Rabu, 9 September 2026
Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap ancaman bencana kebakaran di lingkungan kerja, Pengadilan Negeri Painan menggelar kegiatan Sosialisasi Simulasi Pemadam Kebakaran. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini bertempat langsung di lingkungan kantor Pengadilan Negeri Painan.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh jajaran aparatur pengadilan, yang meliputi Ketua, Wakil Ketua, para Hakim, Pejabat Struktural, Pejabat Fungsional, hingga seluruh staf Pelaksana Pengadilan Negeri Painan.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Ketua Pengadilan Negeri Painan, Bapak Abdi Dinata Sebayang, yang secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pemahaman dan kesigapan seluruh aparatur pengadilan dalam menghadapi situasi darurat kebakaran demi menjaga keselamatan jiwa maupun aset-aset penting negara.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pesisir Selatan. Beliau menyambut baik inisiatif Pengadilan Negeri Painan dalam menyelenggarakan simulasi ini sebagai langkah mitigasi bencana yang sangat krusial.
Memasuki acara inti, tim instruktur dari Damkar Pessel memberikan pemaparan materi terkait teori dasar api, penyebab umum kebakaran di gedung perkantoran, serta langkah-langkah evakuasi yang benar. Para peserta diberikan pemahaman mengenai prosedur standar keselamatan apabila terjadi keadaan darurat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi yang paling ditunggu, yaitu praktek langsung di lapangan. Seluruh peserta, termasuk pimpinan dan pegawai, mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan teknik pemadaman api awal. Praktek ini meliputi dua metode utama, yakni metode tradisional menggunakan karung goni basah untuk memadamkan sumber api, serta metode modern yang melatih penggunaan Alat Pemadam Api Ringan secara tepat dan aman.
Melalui kegiatan sosialisasi dan simulasi ini, diharapkan seluruh keluarga besar Pengadilan Negeri Painan tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang memadai untuk bertindak cepat dan tepat apabila sewaktu-waktu dihadapkan pada musibah kebakaran.







